News Update :

Politik

More on this category »

Sosial dan Budaya

More on this category »

Olahraga

More on this category »

Ekonomi

More on this category »

Hukum dan Kriminal

More on this category »

Pendidikan

More on this category »

Peristiwa

More on this category »

Kesehatan

More on this category »
No Drag
Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan

Terungkap, Seorang Imigran Gelap Asal Iran Miliki KTP Pekanbaru

Penulis : admin on Sabtu, 18 April 2015 | Sabtu, April 18, 2015

Sabtu, 18 April 2015

imigran gelap

PEKANBARU - Lemahnya integritas aparatur pemerintah kembali dimanfaatkan imigran gelap. Mereka tak sekedar diberi kebebasan mutlak beraktifitas di Kota Pekanbaru, namun juga ada yang mengantongi Kartu Tanda Penduduk alias KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Distarduk Capil) Pekanbaru.

Adalah Bahzad Sheydai imigran gelap asal Iran tersebut memiliki KTP sejak dua tahun silam. Dikeluarkan Disdukcapil pada 25 Oktober 2013 dan ditandatangani Kadisdukcapil Zulfikar. KTP tersebut berlaku hingga 11-01-2018. 


Pada data pribadi yang tercantum di KTP tersebut, Berzad bernama Behnam lahir di Pekanbaru 11 Januari 1985 dan beralamat di Jalan Aur Kuning, RT 03/RW 06 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya. 


Padahal, pada dokumen paspor, pria tersebut lahir di Teheran pada 13 Januari 1987. Paspor Bahzad dikeluarkan Imigrasi Iran pada 7 September 2014 dengan nomor K30803398. Diduga Paspor tersebut didapat setelah Bahzad berhasil keluar dari Indonesia dan mengurus dokumen keimigirasian. 


Mengingat, berdasarkan data Imigrasi Indonesia, Bahzad masuk melalui Pontianak, Kalimantan Barat pada 2011 silam. Kemudian ditangkap karena masuk secara illegal. Tidak jelas bagaimana prosesnya, kemudian Bahzad bisa sampai ke Pekanbaru dan mendapatkan KTP. 


Informasi mengejutkan lain terkait Bahzad disampaikan Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudemin) Pekanabru Santoso. Menurutnya, Bahzad pernah bekerja di sebuah event organizer (EO) lokal Pekanbaru beberapa waktu lalu. 


“Dulu pernah tinggal di Rudenim dan sempat juga bekerja di EO lokal, tapi setahu kami yang bersangkutan sudah pulang,” tutur Santoso kepada wartawan kemarin. ***(dok/rtc) 
komentar | | Read More...

Pengedar Sabu Dibekuk di Kimteng Pekanbaru, setelah Menjadi Target Operasi

Penulis : admin on Jumat, 17 April 2015 | Jumat, April 17, 2015

Jumat, 17 April 2015

pengedar narkoba

PEKANBARU-Setelah dua hari jadi target operasi sejak Selasa (14/04/15) lalu, Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru akhirnya berhasil meringkus seorang pengedar sabu-sabu, Siol (30). Bapak empat anak tersebut dibekuk polisi di depan Kimteng Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan, Kamis (16/04/15) pukul 20.00 WIB malam. 

Menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Komisaris Polisi Iwan Lesmana Riza menjelaskan penangkapan itu sendiri dilakukan pihaknya setelah menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Usai melakukan penyelidikan selama dua hari, tersangka pun sukses diciduk melalui metode undercover buy. 

"Ketika ditangkap, dari tangan tersangka kita mendapati barang bukti sabu-sabu seberat 2,5 gram senilai Rp3 juta. Kita juga ikut menyita satu unit handphone Nokia milik tersangka," kata Iwan kepada media, Jum'at (17/04/15). 

Iwan menegaskan, atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat Pasal 112 dan 114 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. 


Sementara itu saat ditemui, tersangka Siol mengaku sudah menjalankan pekerjaan haramnya sejak satu tahun yang lalu. Awalnya ia hanya pemakai, namun karena pernah dibujuk rayu oleh temannya, ia pun terpaksa merangkap sebagai pengedar. 

"Sebelumnya hanya pakai saja. Tapi ada teman yang minta ambilkan barang (sabu-sabu). Lalu saya disuruh antar barang itu dan diberi imbalan Rp100.000," ujarnya singkat.***(gas/rtc)
komentar | | Read More...

Ratusan Warga Sialang Rindang Rohul "Serbu" Mapolsek Tambusai

demo masarakat

PASIRPANGARAIAN- Ratusan warga Desa Sialang Rindang, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengawal proses mediasi penyelesaian tawuran pemuda antar dua desa di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tambusai, Jumat (17/4/15).

Mediasi dipimpin Kabag Bimas Polres Rohul AKP Remil Simamora dan Kapolsek Tambusai AKP Yahya Harahap. Sementara, perwakilan dari dua desa yakni Kepala Desa (Kades) Sialang Rindang dan Kades Batas Tarmizi, serta tokoh masyarakat dari dua desa.

Informasi dirangkum dari berbagai sumber, bahwa tawuran antara Pemuda Desa Sialang Rindang dan pemuda Desa Batas sudah tidak terjadi lama.

Puncaknya, Rabu (15/4/15) malam lalu, di acara orgen tunggal di pesta khitanan di salah satu rumah warga Desa Batas, pemuda dari dua desa terlibat tawuran.


Dari tawuran itu, dua pemuda yang belum diketahui namanya, kabarnya mengalami luka karena dihantam balok kayu. Ke dua pemuda itu dirawat ke RSUD Pasirpangaraian.

"Kabarnya tawuran karena gara-gara joget di keyboard (orgen tunggal)," kata seorang warga Tambusai tidak bersedia ditulis namanya, Jumat.

Kasat Bimas Polres Rohul AKP Remil Simamora membenarkan ada mediasi penyelesaian masalah tawuran antar pemuda Sialang Rindang dan pemuda Batas. Mediasi yang awalnya dilaksanakan di Mapolsek Tambusai, namun usai Shalat Jumat, mediasi dipindahkan ke Kantor Camat Tambusai.

"Mediasi belum selesai. Sekarang masih mediasi di Kantor Camat Tambusai," jelas AKP Remil kepada riauterkini.com, belum bersedia sebutkan jumlah kesepakatan biaya perobatan.***(zal/rtc)
komentar | | Read More...

Nenek Zainah di Meranti Tewas Dikampak Suaminya di Hutan Bakau

Penulis : admin on Sabtu, 04 April 2015 | Sabtu, April 04, 2015

Sabtu, 04 April 2015

ilustrasi

PULAU PADANG - Zainah (50th), Jum'at (3/4/15) siang kemarin ditemukan tewas bersimbah darah dengan wajah terbenam dipantai hutan bakau Sungai Induk Kamal Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ibu delapan anak ini diketahui asal Desa Tanjung Kulim, Dugaan Ia tewas dibunuh oleh Ali (55) yang tak lain adalah Suaminya sendiri dengan menggunakan Kampak saat pergi bersama menebang kayu di lokasi tersebut. 

Ali (55) diduga pelaku pembunuhan itu merupakan Warga Desa Tanjung Peranap (Kampung Balak) Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti. 

Hingga saat ini belum diketahui motif pelaku hingga tega membunuh sang istri, Karena Pihak Kepolisian dari Polsek Merbau dan Polres Meranti bersama Warga hingga Jum'at tengah malam belum berhasil menangkap Pelaku. 

"Kita bersama warga masih berupaya mengejar tersangka pelaku pembunuhan, diduga masih bersembunyi ditengah-tengah hutan bakau Pulau Padang,"Tutur Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi ketika dikonfirmasi. 

Saat kejadian, pada hari Jum'at (3/4/2015) kemarin, saksi/menantu korban, Ridwan (20th) dan Antik (27th) mendengar teriakan korban dan lansung menuju lokasi kejadian."Namun saksi dihadang oleh pelaku dengan mengacungkan kapak dan mengancam akan dibunuh,"Lanjut Kapolsek Merbau, AKP Syahruddin Tanjung melalui Kanit Brigadir Sony Silalahi SH. 

Kondisi itu membuat saksi berlari balik arah, untuk meminta bantuan warga, setelah mereka kembali lagi ke lokasi kejadian, saksi bersama warga sudah melihat korban terkapar diatas lumpur pantai hutan bakau. 

Hingga saat ini, Korban pembunuhan sadis itu sudah disemayamkan dirumah duka, sedangkan Pelaku yang merupakan suami Korban masih dalam Pengejaran Tim Buser Polsek Merbau dan Polres Kepulauan Meranti. 

Sementara hasil visum di puskesmas Panjung Peranap, Kondisi kepala korban penuh lumpur dan luka bahu kanan panjang 6 cm kedalaman luka 1 1/2 cm serta dari hidung keluar buih dan lubang hidung penuh tanah lumpur.***(rud/rtc)
komentar | | Read More...

Karyawan PTPN V Kena Bacok Saat Demo Warga Kelayang di Inhu

Penulis : admin on Senin, 30 Maret 2015 | Senin, Maret 30, 2015

Senin, 30 Maret 2015

terluka akibat demo

Inhu - Saat aksi unjuk rasa ratusan warga dari Desa Morong dan Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang bersama Desa Kuala Lala dan Desa Pasir Kelampaian Kecamatan Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) di areal Afdelling VII PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, Rabu (25/03/15) lalu ternyata memakan korban luka.

Didapat kabar, SA, salah satu security PTPN V, terkena bacokan benda tajam saat itu.‬ Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki dan mencari pelaku pembacokan tersebut.

"Masih kita cari, kita tidak tahu siapa karena pada saat itu ramai orang di sana," ungkap Kabag Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak, Minggu (29/03/15).
Atas kejadian itu, SA dilarikan ke Puskesmas di Sei Lala yang kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

Perseteruan PTPN V dengan warga 4 Desa ini, diduga akibat adanya oknum yang ingin menguasai lahan yang telah diberikan kepada pihak koperasi.
"Masalah ini sudah puluhan tahun, hingga kini tak ada penyelesaiannya," kata Kepala Koperasi Unit Desa (KUD) Indragiri Mahkota Gading, Dasril.

Diceritakannya, pada tahun 2004 lalu, PTPN V telah menandatangani kesepakatan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak koperasi yang memberikan lahan seluas 1031 hektar.‬

‪Dari jumlah itu, disepakati sebanyak 40 persen atau sekitar 431 hektar untuk koperasi dan 60 persen atau 600 hektar untuk kebun inti (Plasma) PTPN V. Hasil dari lahan 431 hektar itu, dikelola oleh koperasi untuk 1107 Kepala Keluarga (KK).‬

‪"Harusnya, 1107 KK itu lah yang menikmati hasilnya, tapi muncul oknum yang bertanggung jawab yang berusaha menguasai lahan itu. Padahal, sudah dibentuk tim untuk menyelesaikan sengketa itu," ungkap Dasril.

Tim itu, diketuai oleh Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) saat itu. Namun hingga kini, masalah tersebut belum ada solusi sehingga bentrok yang mengakibatkan jatuhnya korban luka.

‪Diketahui, saat bentrok itu, Camat, Polisi dan warga bertemu di Kantor Camat Sei Lala untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita sudah koordinasi soal pengamanan. Hasilnya akan ditindaklanjuti pada pertemuan di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Inhu pada Selasa (31/03/15) mendatang ," kata Camat Sei Lala, Yus Amrina.

Terkait unjuk rasa tersebut, Humas PTPnN V Friando Panjaitan mengaku akan menanggung biaya perawatan security tersebut. Pihaknya juga menyiapkan langkah antisipasi jika ada aksi susulan.

"Korban SA, pasti kita rawat. Kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan," kata Friando.*** ( brc )
komentar | | Read More...

Karena Rewel, Ayah Tiri di Kampar Aniaya Anak Hingga Tewas

aniaya anak

Kampar - Ngaku tak tahan dengan rewelan sang anak, saat ditinggal Istrinya yang bekerja di kebun sawit, seorang ayah tiri di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar tega menganiaya bocah berusia 2 tahun 10 bulan hingga tewas.

Selain luka memar di bagian kepala, tangan kanan Isra Syafitri, si anak balita (bawah lima tahun) ini, patah akibat tindak kekerasan yang dilakukan ayah tirinya, Nasri Nasution (35), Jumat (27/03/15) lalu.

Informasi yang dirangkum dari Kepolisian Sektor (Polsek) Tapung Hulu, Minggu (29/03/15), dugaan tindak pidana pembunuhan itu diketahui dari informasi yang disampaikan warga pada Jumat malam sekitar pukul 21.30 Wib.

"Dari informasi itu, kita selidiki. Korban jasad korban dibawa untuk dilakukan visum et revertum. Namun, saat itu dia (Nasri) menolak. Kita makin curiga," kata Kapolsek Tapung Hulu AKP Nurman, saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Dari visum itu, lanjut Nurman, ditemukan sejumlah bekas kekerasan pada jasad bocah tak berdosa itu antara lain : tulang tangan sebelah kanan patah juga luka memar dibagian kepala. "Bagian perut seluruhnya ada bekas luka cubitan, luka gores dipantat, luka memar di punggung dan pundaknya patah," ucap Nurman.

Kepada polisi, pelaku mengaku tak tahan dengan rewelan Isra saat ditinggal ibunya yang bekerja di kebun sawit. Diantaranya, Ayah tiri ini mengaku jijik saat mengurus Isra buang air besar, lasak bergerak kesana kemari dan kerap menangis.

"Motifnya, dia ngaku kesal dengan tingkah bocah usia 2 tahun. Sedangkan istrinya tak tahu kejadian itu," kata Nurman*** ( brc )
komentar | | Read More...

Kapolsek Rambah Tak Akui Dua Korban Penganiyaan di RTH-Pawan Kibus Polisi

AKP Masjang Efendi

ROKAN HULU-Kapolsek Rambah AKP Masjang Efendi tidak mengakui kalau Suhendra dan Kandar korban penganiyaan di Desa Rambah Tengah Hulu (RTH) kibus (Informen) Polisi. Sebab kasus tersebut hingga saat ini masih lidik.
Hal disampaikannya, usai pengajian di Masjid Al-Ikhlas, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Minggu (29/3) malam. Pihak terkait penganiyaan terhadap Kandar, Warga Koto Tinggi dan Suhenra warga Hangtuah, masih lidik, kemungkinan Senin (30/3) baru dilakukan pendalaman kasusnya.
Saat ditanya, polisi dinilai lambat bergerak, sebab kejadian, Sabtu (28/3) pukul 23.30 Wib, kemudian korban (Kandar) ditemukan pukul 04.00 Wib di semak-semak, Masjang menjawab, saat itu pihak lagi melakukan operasi Cipta Kondisi menjelang pelaksanaan MTQ Rokan Hulu, sedangkan laporan baru diterima baru pukul 02.00 Wib.
Selanjutnya, polri juga dinilai lambat, karena sesuai kekhawatiran dari pihak keluarga korban, para pelaku akan kabur, kemudian Masjang menyebutkan lagi, pihak telah melakukan lidik di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) namun dirinya tidak bisa memastikan apakah pelaku masih ada di wilayah Rokan Hulu.
Kemudian, ditanya lagi apakah dalam penganiayaan itu melibatkan oknum aparat polri, kembali Masjang tidak bisa banyak meemberikan komentar, namun terkait kasus tersebut, pihak akan melakukan lidik ke TKP.
"Yang kita lidik dulu, mudah-mudahan hari Senin (30/3) sesudah pertemuan nanti akan ada perkembangannya," pungkas Kapolsek Rambah.
Terakhir Kapolsek Rambah ditanya kembali, apakah penganiyaan itu ada hubungannya dengan kasus peredaran narkoba di desa RTH-Pawan, pejabat polri yang baru dilantik 2 pekan ini lagi-lagi belum mampu menarangkan terkait.*** (fah/src)
komentar | | Read More...

PTPN V Garap Lahan Ilegal dan Gunakan Uang Negara Rp.47 M

Penulis : admin on Minggu, 29 Maret 2015 | Minggu, Maret 29, 2015

Minggu, 29 Maret 2015

Friando, Humas PTPN V Riaur

Pekanbaru - Terungkap sudah tindak tanduk Perseroan Terbatas Perkebunan Nasional V di Provinsi Riau, setelah rampas lahan milik masyarakat di Sinama Sinenek Kampar, kini Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut diduga mengelola lahan yang masuk kawasan ilegal (Hutan Produksi Terbatas) dan menggunakan uang negara untuk mengelola lahan tersebut.
Hal ini terungkap setelah adanya dengar pendapat Komisi A DPRD Riau dengan jajaran direksi PTPN V. Dari hasil pertemuan tersebut, DPRD Riau merekomendasikan agar Polda Riau segera mengusut dugaan pidana yang dilakukan PTPN V.
Hal ini berdasarkan pengaduan masyarakat Desa Inuman dan Pesikaian, Kabupaten Kuansing yang areal perkebunannya di sekitar lahan perusahaan.
“Memang Mou-nya lahan tanggungjawab koperasi, tapi dalam bahasa hukum itu dilakukan bersama-sama dalam bersekongkol untuk menebang hutan,”kata Suhardiman Amby, Sekretaris Komisi A DPRD Riau usai hearing kepada wartawan, Jum’at (27/03/15).
Dalam dengar pendapat, pihak PTPN V sempat membantah jika lahan yang dikuasainya sejak tahun 2005 lalu bukanlah di atas lahan HPT, tapi di atas lahan Area Peruntukan Lain (APL).
“APL mereka itu baru diajukan pada tahun 2014 dan itu pun sedang bermasalah dengan tertangkapnya Gubernur Riau non aktif Annas Maamun dalam kasus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau, sehingga belum bisa dikatakan APL,”ungkapnya.
Selain itu, PTPN V ‎menggunakan uang negara sebesar Rp47 miliar untuk pembangunan kebun di lahan ilegal yang tersimpan dalam keuntungan usaha. Secara hukum ujarnya, hal ini tentu tidak diperbolehkan. PTPN V juga diduga melanggar hukum, karena menggunakan keuntungannya yang merupakan uang negara senilai Rp1,2 miliar untuk mengurus sertifikat yang sampai sekarang tak kunjung selesai.
“Jelas ini tidak bisa karena lahan berstatus HPT dan belum jelas statusnya karena masih berperkaranya RTRW Riau.‎ Kalau nantinya pihak perusahaan mengatakan APL kemudian baru bisa diurus, tapi kan uang itu sudah diserahkan sembilan tahun lalu,” terangnya.
Menanggapi hal ini, Panjaitan, Humas PTPN V mengatakan pihaknya hanya bekerjasama dengan Koperasi Sampai Pelangi dalam mengelola lahan yang luasnya sekitar 2070 hektar tersebut.
Pihak perusahaan dengan koperasi pun membangun kebun dengan pola 60 untuk koperasi dan 40 untuk masyarakat.‎ ‎
“Sampai hari ini masyarakat tidak mendapatkan hasilnya. Koperasi dipanggil dua kali dan tidak datang. Kasus ini biasa terjadi kalau yang tidak nakal perusahaan, yang nakal ketua koperasinya. Jadi dalangnya adalah koperasi,” tutupnya.***(gr)
komentar | | Read More...

Dua Saksi Diperiksa Terkait Pencabulan Murid oleh Oknum Kepsek di Rohul

pencabulan

PASIR PANGARAIAN - Dua saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus dugaan pelecehan seksual  dengan terlapor oknum Kepala SMP Negeri Kecamatan Bangun Purba berinisial, Hmd terhadap siswinya berinisial NS (13). 
 
Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono SIK,M.Hum melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Rachmad Muchamad Salihi SIK mengungkapkan kasus pelecehan tersebut, dua saksi sudah dimintai keterangan yakni ibu korban sendiri, serta salah seorang guru yang melihat oknum Kepsek dan NS keluar dari ruangan.

"Hingga kini, kita belum tetapkan Hmd sebagai tersangka. Karena alat bukti masih kurang. Kita masih membutuhkan saksi lain. Terlapor sendiri baru akan dipanggil pekan depan," kata AKP Rachmad, Jumat (27/3/15) petang.

Kasat Reskrim Polres Rohul mengakui hasil visum sudah diterima oleh penyidik dari RSUD Pasirpangaraian. Namun demikian, dirinya belum membaca isi hasil visum tersebut.

Kasat juga menjelaskan, bila keterangan saksi sudah cukup. Sedangkan terlapor, Hmd sudah diperiksa. Penyidik akan lakukan gelar perkara, untuk mengetahui apakah terlapor yang kini masih berstatus saksi patut ditetapkan tersangka atau tidak.

Kata Rachmad lagi, dari laporan perkara nomor LP13/III/2015/Res Rohul, dugaan pelecehan dengan terlapor oknum Kepala SMP Negeri berinisial Hmd terjadi pada Rabu (11/3/15) lalu. Namun, perkara baru dilaporkan keluarga NS ke Polres Rohul Senin (23/3/15) lalu.

Berdasarkan laporan korban ke Penyidik, pertama kali terlapor Hmd, diduga sudah lakukan pelecehan terhadap siswinya di ruang kelas saat korban piket membersihkan ruangan sekitar pukul 06.30 Wib, saat sekolah masih sepi. Saat korban membersihkan ruangan kelas, dari belakang Hmd menghampiri NS. Oknum ini langsung meraba, memeluk, dan mencium tubuh korban.

Masih di hari sama, oknum Kepsek itu menyuruh siswinya untuk bersihkan ruangan laboratorium sekolah. Di ruangan itu, lagi-lagi Hmd juga lakukan perbuatan yang tak pantas kepada siswinya yang masih duduk di bangku Kelas I SMP ini.

Selain itu, sepulang sekolah, korban NS lalu menceritakan perlakuan tidak senonoh Hmd. Ibu korban berinisial MS tidak terima, lalu bersama korban, sang ibut melaporkan dugaan pelecehan ke Polres Rohul.

Dimana sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rohul H M Zen mengaku bahwa kasus dugaan pelecehan dilakukan oknum Kepala SMPN terhadap siswinya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun demikian, Penyidik Polres Rohul masih tetap melanjutkan kasusnya.(sr3,hr. fr)
komentar | | Read More...

Aparat Polres Rohul Tangkap Dua Pengedar Narkoba dari Dua Kecamatan

narkoba

PASIRPANGARAIAN- Dalam satu hari, Sabtu (28/3/15) dini hari, dua pria sebagai terduga pengedar narkotika golongan satu jenis sabu di dua kecamatan ditangkap Anggota Polres Rokan Hulu (Rohul).

Terduga pengedar sabu pertama ditangkap Anggota Satuan Reskrim Narkoba yakni pria berinisial AH (21), Sabtu sekira pukul 02.30 WIB. Warga Pawan Hilir Desa Rambah Tengah Hulu, Kecamatan Rambah ini diamankan polisi karena diduga memiliki, menguasai narkotika golongan satu bukan tanaman jenis sabu.

Pria tamatan SMP ini diangkap di jalan ke obyek wisata Air Panas Pawan Hilir. Dari penggeledahan badan dan pakaian, polisi temukan 1 paket serbuk putih diduga sabu seberat 0,22 gram seharga Rp500 ribu dari saku celana depan tersangka, yang dibungkus dalam plastik bening. Polisi turut amankan 1 handphone Samsung warna hitam.

Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kabag Operasional Polres Rohul Kompol Suwarno mengatakan dari pengakuan tersangka AH, bahwa sabu yang dibawanya didapatnya dari seseorang yang tidak diketahui namanya.

"Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polres Rohul guna pengembangan dan proses Sidik," kata Kabag Operasional Polres Rohul Kompol Suwarno, Sabtu malam.

Kompol Suwarno menambahkan, masih di hari sama, Sabtu dini hari, sekira pukul 03.30 WIB, Anggota Polsek Rambahsamo juga mengamankan seorang pria berinisial AD (35).

Pria ini ditangkap di dalam rumahnya di Dusun Sigatal Desa Rambahsamo, Kecamatan Rambahsamo saat memakai sabu.

Dari dalam rumahnya, polisi amankan beberapa paket serbuk putih diduga sabu, terdiri 3 paket sabu seharga Rp300 ribu, 1 paket sabu seharga Rp400 ribu, dan 1 paket sabu ukuran sedang.

Anggota Polsek Rambahsamo juga amankan seperangkat alat hisap sabu atau bong, 1 sendok dari pipet, dua buah mancis, 1 stabilo warna merah muda untuk tempat menyimpan barang diduga sabu, uang tunai Rp300 ribu, serta 1 handphone Nokia warna putih.

"Tersangka ini (AD) dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek Rambahsamo guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut," tandas Kompol Suwarno.***(zal) 
komentar | | Read More...

Pelaku Pembunuh Karyawan Angkringan Ditemukan

Penulis : admin on Sabtu, 28 Maret 2015 | Sabtu, Maret 28, 2015

Sabtu, 28 Maret 2015

pelaku pembuhunan sadis

PEKANBARU-Peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa karyawan angkringan, Muhammad Zainul Arifin (25) di Jalan Karya III, Kecamatan Bukitraya, Jum'at (27/03/15) kemaren terkuak sudah. Hanya dalam tempo sehari pasca kejadian, tim Unit Reskrim Polsek Bukitraya berhasil meringkus Randahan (19), pelaku yang tak lain juga merupakan rekan korban sendiri. 

Kapolsek Bukitraya, Komisaris Polisi Bochy melalui Kanit Reskrim AKP Arry Prasetyo menjelaskan, tersangka sukses diringkus di Jalan KH Nasution arah menuju Kubang Raya, Sabtu (28/03/15) pukul 16.15 WIB sore. Petugas yang sudah mengantongi identitas tersangka langsung bergerak cepat mengejar begitu mengetahui keberadaan yang bersangkutan. 

"Saat diringkus tersangka sempat melawan. Kita lalu mengambil tindakan tegas dan menembak kakinya. Tersangka sendiri merupakan teman dari si korban," kata Arry saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Riau. 

Menurut Arry, motif pembunuhan itu dilakukan tersangka karena merasa dendam dan sakit hati terhadap korban. Bahkan, tersangka juga sejak lama berkeinginan mengambil harta berharga milik korban. Dinihari sebelum peristiwa Jum'at berdarah tersebut terjadi, sambungnya, tersangka lebih dulu mendatangi angkringan tempat korban bekerja. Tersangka juga meminta kepada si korban untuk diantar pulang. Korban yang tidak merasa curiga akhirnya mau memenuhi permintaan tersangka. 


Dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo nopol BM 6288 AU, korban kemudian mengantar ke kos-kosan tersangka. Namun niat jahat pun muncul, setelah sampai di kos-kosan, tersangka justru mengambil sebilah pisau dan kembali mengajak si korban keluar kos sambil berboncengan. Keduanya sempat berputar-putar mengitari Jalan Karya I dan Karya III. Tepat pukul 04.30 WIB pagi, Jum'at (27/03/15), keduanya pun tiba di Jalan Karya III, Kecamatan Bukitraya. 

Melihat suasana sepi, tersangka langsung melancarkan aksinya. Korban ditikam di bagian punggung saat masih berada di atas motor. Merasa belum puas, tersangka kembali menghujamkan pisau yang dibawanya ke arah leher korban. Tikaman demi tikaman terus dilakukan tersangka ke tubuh korban dibagian dada, dagu dan perut korban. 

Mendapat serangan bertubi-tubi, korban pun roboh bersimbah darah. Untuk menghilangkan jejak, tersangka lalu memasukkan jasad korban ke sebuah parit tepat di rumah seorang warga. Puas melampiaskan rasa sakit hatinya, tersangka selanjutnya mengambil dompet korban dan melarikan sepeda motor si korban. 

"Tersangka berencana pula melarikan diri ke Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, tapi bisa kita gagalkan. Selain meringkus tersangka, kita juga menyita barang bukti satu unit motor Revo yang dilarikan tersangka dan satu unit handphone Samsung S4. Tersangka adalah pelaku tunggal. Akibat perbuatannya tersangka kita jerat dengan Pasal 365 tentang Curas dengan ancaman di atas 7 tahun penjara," tutup Arry.***(gas)
komentar | | Read More...

Polisi: Kasus Olga Syahputra Gugur Demi Hukum

deskripsi gambar

Jakarta - Komedian paling bersinar Olga Syahputra meninggal dunia. Dukacita mendalam dirasakan keluarga dan juga para penggemarnya. Sudah hampir setahun ini, lawakan Olga yang renyah memang tak terdengar lagi. Olga menjalani perawatan di RS Mount Elizabeth, Singapura.

Olga meninggal dunia pada Jumat (27/3) sore. Sabtu (28/3/2015) ini Olga akan dimakamkan di Pondok Kelapa, Jaktim. Dunia hiburan Indonesia pun kehilangan seorang entertainer paling berbakat.

Dengan meninggalnya Olga juga, kasus hukum yang sempat disangkakan pun gugur. Olga pada 2013 lalu dilaporkan seorang dokter ke Polda Metro Jaya terkait candaan di sebuah acara televisi.

"Segala penuntutan dinyatakan gugur demi hukum karena yang bersangkutan meninggal dunia," jelas Kasubdit Cyber Crime Polda Metro Jaya AKBP Hilarius Duha.

Olga dahulu juga sudah meminta maaf atas ucapannya itu. Apa yang dikatakannya hanya candaan.

"Pasal 77, kewenangan menuntut pidana hapus, jika tertuduh meninggal dunia," tambah Hilarius***( dtk )
komentar | | Read More...

Dua Maling Lintas Provinsi Ditangkap Aparat Polres Inhu

pencuri antar provinsi

RENGAT-Jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui Polsek Seberida dan Polsek Rengat Barat berhasil menangkap pelaku pencurian antar propinsi. Berhasil ditangkapnya dua orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) spesialis mini market Alfamart di Propinsi Jambi dan Propinsi Riau, disampaikan Kapolres Inhu AKBP Ari Wibowo melalui Kapolsek Seberida Kompol Bastari Jumat (27/3/15) mengatakan, kedua tersangka pencuri antar propinsi ini ditangkap pada Jum'at (27/3/15) sekitar pukul 17.30 Wib, di salah satu rumah kontrakan Desa Buluh Rampai (Blok B) Kecamatan Seberida Inhu. 

"Dua tersangka Curat antar propinsi bernama Abdul Rahman (30) dan Lukmanul Hakim (19) ditangkap di salah satu rumah kontrakan Desa Buluh Rampai (Blok B) Kecamatan Seberida, sesuai membongkar Alfamart dan satu konter handphone di Jambi pada Jum'at (27/3/15) sekira pukul 03.00 Wib dini hari.‎ Saat diamankan tersangka baru pulang dari Jambi melakukan aksinya dan penangkapan ini juga hasil koordinasi dengan kepolisian daerah Jambi," ujarnya. 

Diungkapkannya, dari keterangan tersangka sekitar satu bulan lalu mereka juga pernah melakukan aksi pencurian pada dua Alfamart, di Jalan Arengka Pekanbaru. 

"Pengakuan tersangka, mereka membongkar Alfamart dengan gunting besi dan linggis. Barang - barang yang diambil berupa sembako dan rokok. Saat ini tersangka telah diamankan di Mapolsek Seberida dan sedang dilakukan penyidikan lebih lanjut," ungkapnya. 


Ditambahkanya, pihaknya juga mengamankan satu unit mobil Avanza yang digunakan kedua tersangka dalam melakukan aksinya. Didalam mobil itu juga terdapat barang bukti berupa sembako dan handphone hasil curian dari kota Jambi.‎ 

"Masih dalam penyidikan, belum tau siapa pemilik mobil ini, tapi dari pengakuan tersangka mobil ini milik warga yang dirental oleh seorang temannya yang saat ini masih dalam pencarian," tegasnya. 

Sementara itu salah seorang tersangka Lukmanul Hakim mengungkapkan, dalam aksinya kedua tersangka menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih BM 1579 DT milik salah seorang warga Belilas, Kecamatan Seberida.

"Mobil itu milik warga Belilas, tapi kami gak tau siapa namanya karena teman kami yang merentalnya," jelasnya. *** (guh)‎‎
komentar | | Read More...

PT Duta Palma garap lahan warga, janji Kadisbun Inhu Hendrizal ditagih

Penulis : admin on Jumat, 27 Maret 2015 | Jumat, Maret 27, 2015

Jumat, 27 Maret 2015

deskripsi gambar

Inhu - Lebih dari seratus orang warga desa Penyaguhan Kecamatan Batang Gansal kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), berunjuk rasa di Kantor Bupati Inhu, Pematang Reba, Kamis (26/03/15).

Dalam aksi itu, warga yang menjadi korban penggarapan lahan yang dilakukan PT Palma 1 anak dari PT Duta Palma Nusantara (DPN) menuding Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Inhu, Ir Hendrizal sebagai pejabat pembohong.

Pantauan dilapangan, warga yang membawa spanduk sambil berorasi, mereka tak sanggup lagi menghadapi kekuatan Duta Palma yang merampas lahannya sehingga menuntut Kadisbun Ir Hendrizal agar menepati janjinya untuk turun ke lokasi guna menyelesaikan sengketa lahan warga dengan PT Palma 1.

"Mana janjimu Kadisbun (Hendrizal), ini rekaman kata-kata yang keluar dari mulutmu," teriak Koordinator Aksi, Shafrudin saat aksi itu.

Menurut Shafrudin, sebelumnya warga juga pernah demo, dan saat itu dijanjikan Hendrizal akan turun ke lapangan melakukan pengecekan lahan seluas 600 hektar milik warga desa Penyaguhan yang saat ini dikuasai oleh PT Palma 1.

"Katanya mau turun ke lapangan, tapi Kadisbun (Hendrizal) hanya sampai ke kantor desa melihat peta dan tak pernah turun ke lapangan," keluh Shafrudin.

Dalam aksi itu, warga meminta agar dipertemukan dengan Kadisbun Inhu Hendrizal. Selanjutnya pihak Pemkab Inhu meminta lima orang perwakilan warga menyampaikan aspirasinya di ruang rapat kantor Bupati Inhu.

Kelima perwakilan warga ini disambut Wakil Bupati Inhu H Harman Harmani dan Kadisbun Inhu Ir Hendrizal. Saat pertemuan, Kadisbun Inhu Ir Hendrizal kembali berjanji akan turun ke lokasi lahan milik warga pada Selasa (31/03/15) pekan depan.

Janji tersebut dituangkan dalam kesepakatan yang ditandatangani bersama oleh warga dan Pemkab Inhu.

"Saya akan turun hari Selasa, kita akan melakukan pengecekan dan pengukuran atas lahan milik warga," ucap Ir Hendrizal saat itu.***

komentar | | Read More...

Kejati Riau Rancang Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Pelajar

deskripsi gambar

PEKANBARU-Makin meningkatnya kasus narkoba yang terjadi diwilayah Riau menjadi perhatian khusus, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Untuk itu, Kepala Kejati Riau, Setia Untung Arimuladi SH MH berencana akan menimalisir kasus tersebut dengan bersosialisasi ke sekolah sekolah.

Hal itu dikatakan Untung saat menjadi nara sumber diskusi Gerakan Anti Narkoba (Granat) Pekanbaru di Jalan Durian. Pekanbaru, Kamis (26/3/15) sore. 

Ia tidak menampik, banyaknya kasus narkoba di Riau karena berbatasan langsung dengan negara tetangga. 

" Masalahnya sekarang ini, jaringannya sangat rapi," ujarnya. 

Menurut Untung, selama tahun 2014, Kejati dan jajaran menerima 588 perkara narkoba dari penyidik kepolisian. Sementara tahun ini, terhitung Januari hingga Februari, telah diterima 128 perkara. 

" Jumlah itu sangat besar. Tahun ini saja baru dua bulan sudah 128 perkara. Masih ada beberapa bulan lagi dan perlu diminimalisir," kata Untung.

Dikatakan Untung, pihaknya bersama pihak terkait lainnya siap memberantas narkoba di Riau ini. Bahkan, Untung berencana akan mensosialisasikan bahaya narkoba di sekolah-sekolah di Riau.

" Kita rencanakan 6 April mendatang. Saya akan jadi inspektur upacara Senin langsung di sekolah-sekolah, khususnya SMA. Langkah itu akan diikuti kejaksaan di Riau," tuturnya. 

Saat ini, ungkap Untung, narkoba sudah jadi masalah serius. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menyatakan negara status darurat narkoba. 

" Narkoba sangat membahayakan," ucapnya.

Disinggung penyalahgunaan narkoba oleh jajaran kejaksaan, Untung menyatakan, sebagai pimpinan sudah memperingatkan bawahan agar hati-hati dan tidak terlibat narkoba. 

" Namun jika masih ada yang melanggar itu bukan lagi institusi tapi pribadi.

Oknum itu harus siap dengan resiko," tegasnya.

Untung juga berharap, pemerintah daerah membangun rehabilitasi narkoba. 

" Ini adalah salah satu cara pemerintah menangani narkoba," tambahnya.

Sementara itu, AKBP Manurung selaku perwakilan Polda Riau, menjelaskan, kepolisian sedang melakukan Operasi Antik 2015. Operasi itu khusus menangani narkoba.

" Kita merazia tempat-tempat hiburan. Namun saya menilai itu kurang efektif karena di tempat itu kebanyakan hanya pemakai. Kita juga tidak mungkin tiap malam razia ke sana," ungkapnya.

Manurung mencontohkan, saat operasi beberapa waktu lalu, pihaknya mengamankan 13 orang pengunjung dari Arena Jalan Tuanku Tambusai. Mereka pemakai. 

" Ujung-ujungnya nanti rehabilitasi," kata Manurung mengakhiri.***(har)
komentar | | Read More...

Pedagang Emas Asal Sumbar Dirampok di Kuansing

perampokan

TELUK KUANTAN- Rumah salah seorang pedagang emas di Desa Munsaloh Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah dirampok kemarin malam, Rabu(25/3/15).

Adm(31) yang jadi korban perampokan itu mengalami kerugian ditaksir Rp50 juta. Adapun jenis barang yang berhasil dirampok oleh orang tak dikenal itu berupa, uang tunai Rp16 juta dan emas 75 gram.

"Jadi jika ditotal senilai Rp50 juta," ujar salah seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya.

Menurut sumber, si korban perampokan merupakan warga pendatang di kampung tersebut berprofesi sebagai pedagang emas.

"Korban orang Sumbar, baru sekitar dua minggu dia ngontrak dan membeli emas kepada orang-orang dompeng di wilayah tersebut,"ujarnya.

Dikatakanya, aksi perampokan itu terjadi sekitar pukul 20:30 Wib. Modusnya, pelaku yang berjumlah dua orang, dengan mengenderai satu sepeda motor mendatangi rumah dan berpura-pura mau menjual emas, kebetulan saat itu korban lagi sendirian di dalam rumah.

"Seketika itu kepala korban langsung di tutup pelaku pakai kain yang cukup tebal, dan satu pelaku lagi memukul kepalanya dengan benda tumpul, sehingga korban pingsan, pelaku lantas menjarah harta korban,"ujarnya.

Akibat hantaman benda tumpul itu, korban mengalami luka lebam dibagian kepala, sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Malam itu juga korban bisa kembali ke rumahnya," terangnya.

Lantas, setelah mendapatkan informasi adanya aksi perampokan di desa tersebut, tim Polsek Kuantan Tengah langsung terjun ke TKP. Namun, hingga saat ini kata Kapolsek Kuantan Tengah, melalui Kanitreskrim, Iptu Rafidin menjelaskan, sikorban enggan melaporkan kejadian tersebut.

"Informasinya begitu, korban tak mau melapor, alasannya saya kurang tau,"kata Rafidin.

Kendatipun korban enggan membuat laporan polisi kata Rapidin, pihaknya akan tetap menindaklanjuti peristiwa perampokan itu, demi memberikan rasa aman terhadap masyarakat dan itu merupakan tugas utama pihak kepolisian.***(dri)
komentar | | Read More...

Warga Sentajo, Kuansing Dikampak Saat Duduk Diwarung Kopi

Penulis : admin on Kamis, 26 Maret 2015 | Kamis, Maret 26, 2015

Kamis, 26 Maret 2015

ilustrasi kampak

TELUK KUANTAN- Eri(44) terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pasalnya, warga Desa Pulau Kopung Sentajo ini mengalami luka robek dikepalanya akibat dikampak oleh pelaku yang diketahui bernama, Bobi(25) juga berasal dari desa yang sama.

Kejadian itu berlangsung di sebuah kedai kopi Fei yang terletak di Pulau Kopung Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing.

Kejadian itu berlangsung sekira pukul 12.30 Wib, Kamis(26/3/15). Menurut keterangan Kapolres Kuansing, AKBP Bayu Aji Irawan, melalui Kasubag Humas, Iptu Musabi menceritakan, sewaktu korban, Eri (22) sedang duduk- duduk di warung tersebut, tiba-tiba datang pelaku, Bobi dari belakang korban. Lantas pelaku langsung memukul kepala korban dengan menggunakan kampak.

Namun beruntung, bagian sisi kampak yang mengenai kepala korban merupakan bagian kampak sebelah belakang yang tumpul. Kendatipun demikian, akibat hantaman kampak itu menyebabkan luka robek dibagian kepala korban dengan lima jahitan.

"Pelaku memukul korban dengan kampak sebanyak dua kali," ujar Iptu Musabi.

Saat ini kata Musabi, sikorban telah melaporkan kejadian penganiayaan itu ke Polsek Kuantan Tengah, dengan bukti kaporan, LP/13/III/2015. Sementara pelaku Bobi, hingga berita ini diturunkan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

"Saat ini pelaku dalam pengejaran personil Polsek Kuantan Tengah, selain itu dua orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut dimintai keterangan oleh penyidik guna untuk mendalami kasus tersebut," ujar Musabi.***(dri)
komentar | | Read More...

Pendemo Minta Bupati Kampar Tanggung Jawab Atas Pemukulan Mahasiswa

demo bupati kampar

PEKANBARU - Sembilan orang masuki kawasan kantor gubernur, untuk menemui Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kamis (26/3/15). Tujuan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait pemukulan terhadap mahasiswa di Kampar oleh orang-orang yang diduga suruhan Bupati Kampar Jefri Noer. 

Masuknya sembilan orang pendemo ke komplek perkantoran gubernur ini, bukan kali ini saja. Sebelumnya, pada aksi demo beberapa hari sebelumnya oleh Sapma PP juga "jebol" karena longgarnya pengamanan. 

Meski berhasil memasuki kawasan kantor gubernur, pendemo tidak berhasil menemui gubernur atau pun pejabat lainnya. 


Ada pun terkait tuntutan soal adanya pemukulan terhadap mahasiswa di Kampar oleh orang-orang yang diduga suruhan Jefri, menurut koordinator lapangan Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) Pekanbaru, terjadi pada 12 Maret lalu di Desa Birandang Kecamatan Tambang. 

Saat itu, Jefri sedang melakukan Peletakan batu pertama PT Sungai Pinang Malindo (SPM). Dimana mahasiswa meminta kejelasan status tanah PT SPM tersebut. Namun kehadiran mereka justru mendapat perlakukan tak menyenangkan, dengan dipukulnya sejumlah mahasiswa yang saat itu berjumlah puluhan orang. 

Sampai saat ini, para pendemo masih bertahan, dan meminta Gubernur Riau atau pejabat lainnya menemuinya, agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung***(mok)
komentar | | Read More...

Annas Mendadak Sesak Nafas, Bos Duta Palma Batal Bersaksi

Penulis : admin on Rabu, 25 Maret 2015 | Rabu, Maret 25, 2015

Rabu, 25 Maret 2015

Anas Maamun

BANDUNG-Sidang lanjutan perkaras suap alih fungsi lahan Provinsi Riau di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (25/3/15) harus ditunda. Mendadak saja, terdakwa Gubernur Riau nonaktif Annas Maamun yang sudah tiba di pengadilan terserang sesak nafas dan pusing kepala.

"Sakit, pusing dan mual juga sesak nafas sudah dari kemarin" ungkap Annas Maamun saat ditanyai Ketua Majelis Hakim Barita L gaol sesaat setelah membuka sidang. 

Barita L gaol selaku majelis hakim pun sepakat untuk menunda persidangan hari ini karena terdakwa akan sulit fokus untuk mendengarkan kesaksian dari para saksi. 

Karena terdakwa sakit, akhirnya sidang dengan agenda mendengarkan keterangan tiga saksi, yakni bos PT Duta Palma Surya Darmadi, stafnya Suheri Tirta dan Kepala Dinas Perkebunan Riau Zulher batal dilanjutkan. Selanjutkan, sidang diagendakan pada 1 April 2015 pekan depan. Ketiga saksi diperintahkan hakim kembali datang.

"Saudara tidak usah menunggu surat panggilan dari jaksa penuntut ini sidang ditunda bukan tanpa alasan. Jadi minggu depan saudara harus tetap datang ke persidangan" perintah Barita L gaol kepada ketiga saksi. 

Sementara itu, ketua tim pengacara Annas, Sirra Prayuna selain meminta penundaan sidang, juga minta izin untuk membawa kliennya berobat. Permintaan tersebut dikabulkan hakim. 

"Saya harap saudara bisa berobat hari ini dan kembali sehat. Sehingga tidak ada lagi penundaan sidang seperti hari ini. Baik sidang selanjutnya akan dilaksanakan minggu depan tanggal 1 april 2015" tutup Barita L gaol.***
komentar | | Read More...

KPK Periksa Puluhan Saksi Suap APBD di SPN Pekanbaru

deskripsi gambar

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirim sejumlah penyidik ke Pekanbaru. Mulai hari ini, Rabu (25/3/15) mereka ditugaskan memeriksa puluhan saksi dan tersangka dugaan suap pengesahan APBD Riau 2015. Pemeriksaan akan dilakukan di salah satu ruangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Jalan Patimura Pekanbaru.

"Pemeriksaan saksi dan tersangka suap APBD Riau dipindah ke Pekanbaru. Langkah ini untuk memudahkan, karena yang diperiksa cukup banyak," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi menjawab media di Jakarta kemarin.

Hanya saja Johan Budi tak bisa memastikan berapa banyak penyidik yang dikirim ke Pekanbaru. "Saya tidak tahu sedetailnya, tapi yang penting disesuaikan dengan kebutuhan," kata Johan Budi.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi terkait jumlah penyidik yang diterjunkan ke Pekanbaru, Riau untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

"Nanti saya cek dulu berapa orang persis orang penyidik yang berangkat ke Riau," kata Priharsa.

Sebelumnya, KPK telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi di Pekanbaru, Riau atas tersangka Gubri nonaktif Annas Maamun atas kasus suap pembahasan RAPBD-P 2014 dan RAPBD Riau tahun anggaran 2015.

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, sebenarnya pemeriksaan sejumlah saksi suap pengesahan APBD Riau 2015 sudah dilakukan KPK di SPN sejak kemarin, selepas tengah hari.

Setidaknya ada dua saksi yang dipanggil ke SPN kemarin petang. Keduanya adalah mantan anggota DPRD Riau Riky Hariansyah dan Gumpita. Bagi keduanya pemeriksaan tersebut bukan kali pertama. Riky pernah diperiksa pada 26 Januari 2015 lalu, sementara Gumpita baru diperiksa pekan lalu di Jakarta.***
komentar | | Read More...
No Drag No Drag

Login

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Ekspos Riau . All Rights Reserved.
Design Template by # | Support by creating website | Powered by Blogger